Tampilkan postingan dengan label the urban mama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label the urban mama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2016

#AyoKeIKEA Indonesia !

Pertama kali tau Ikea adalah beberapa tahun yang lalu, mungkin 7 tahun. Saat yang sama saya mengenal The Urban Mama hahaha. Ya iyalah, TUMblers yang setiap hari ngobrol di forum tersebar dari segala penjuru dunia ini. Salah satunya dari Singapore, bahkan ada thread khusus IKEA Indonesia  disini.

Produk pertama IKEA yang saya miliki adalah IKEA Pruta. Naaah yang Ibu-ibu pasti mengerti dan memahami pentingnya wadah plastik a.k.a kontainer, dalam kehidupan sehari-hari. IKEA Pruta 7 tahun lalu harganya kira-kira 35ribu kalau dirupiahkan, isinya 17 wadah. Iya 17! dengan ukuran yang bervariasi, dan kalau disimpan se-compact ini:


minjem fotonya ya clearwater.inc

Daaaan ketika pada akhirnya IKEA mau buka di Indonesia, tiap wiken pas liat logo IKEA yang gede banget itu di Alam Sutera, anak-anak sangat excited  dan bertanya terus "kapan bukanya Ma?". Anak-anak bisa begini karena telah di brainwash oleh Daddynya. Suami saya ini memang penggemar berat furnitur, home decor dan lainnya, maka no doubt dia ini adalah salah satu FBI alias Fans Berat IKEA :D. Semenjak dibuka, kami sudah beberapa kali pergi kesana. Semacam nyandu yah...

Jadi, yang namanya pergi atau belanja ke IKEA itu ada 5 alasan menyenangkan (yang mana sebenarnya banyak tapi mari kita define menjadi 5).

Saya singkat jadi...mmm....HAPPY! -> karena beneran gini rasanya kalau habis balik dari IKEA.

H........Harga terjangkau.
Bukan cuma buat Ibu-Ibu tapi rasanya semua orang pasti suka bisa beli barang harga murah dan kualitas oke. Kalau lagi SALE, apalagi. Worth it banget! Tapi real price juga murah, tau kenapa? Karena IKEA menganut Democratic Design. Satu design untuk semua, dengan kualitas baik, maka harga yang diberikan juga relatif lebih rendah. Cek websitenya IKEA, disana ditampilkan juga pernyataan :

Cara kami menjaga agar harga tetap terjangkau adalah melalui kemitraan dengan para pelanggan. Kami berbagi pekerjaan - kami lakukan bagian kami, Anda lakukan bagian Anda, dan bersama-sama kita menghemat uang. 

No wonder kalau belanja di IKEA kita jadi banyak proses mandiri :)

A........Astaga lucunya!
Pekikan seperti ini yang sering saya lontarkan ketika ke IKEA. Dari mulai barang yang besar macam sofa maupun tempat tidur, sampe pernak-pernik yang lucunya ga nahan. Awalnya lihat-lihat tapi ujungnya nenteng satu-dua benda kecil juga :D
beedsheets n quiltcover...love!

another one

P.........Punya Smaland
Anak-anak yang memenuhi standard tingginya (yakni 100 - 130cm) boleh main di Smaland gratis, selama 1 jam. Di dalamnya banyak aktivitas yang bisa dilakukan sembari orangtuanya jalan-jalan (ini mah saya). Anak-anak juga bisa belajar banyak hal, salah satunya ANTRI.

Totem Smaland, Penanda Tempat Penjemputan Anak-Anak
too excited

Antri dulu yaaa

P.........Pasti enak makanannya
Kantin IKEA adalah favorit saya sepanjang masa. Lebhay tapi TRUE. Harga makanannya juga tidak mahal menurut saya.Biasanya saya beli Ayam Goreng 2potong (17rb), atau the famous Swedish Meatball. Yum! Sekarang juga sedang ada promo Hotdog+IceCream 9rb saja. Menu anak juga ada disana.
Pasta Anak-Anak 10rb!

Y.........Yang pasti selalu ada inovasi baru
Setiap datang ke IKEA, pasti ada sesuatu yang baru. Layoutnya yang dirubah, atau produk baru yang bervariasi. Untuk yang terbaru adalah dapur METOD dan lemari Pakaian. IKEA juga punya aplikasi yang menarik, aplikasi katalog IKEA memungkinkan kita untuk menempatkan produk di rumah berdasarkan ukuran, bentuk, warna dan letak. Coba cek yuk!
Test drive :D

Sofa Ikea emang nyamaan

Makanya, #YukKeIKEA !

Senin, 19 November 2012

Blessing Moments #4





Blessing Moments #3


Rara..starts to know another God's creation.
Salah satu blessing moment bisa melihatmu merespon terhadap lingkungan di sekitarmu.
Semoga sampai besar kamu jadi anak yang peka terhadap lingkungan ya, nak.
Amin....


Rarar...in T-Shirt Dress The Urban Mama


Lupa posting scrapbook ini di blog.
Cute yah? :) Lihat artikelnya di sini.

Blessing Moments #2


Ini waktu pergi ke Puncak, liburan pertamanya si Jojo pas Gathering Ghozali Family (keluarga dari Ibu Mertua). Tanggal 3 Februari 2012, Jojo masih 4 bulan.

Suka banget ini sama sleepywrap, berasa nyaman untuk Jojo dan saya.

Semoga didalam pelukan, Jojo mengerti saya berkata : "I will keep you safe and sound, dear :)"

Kamis, 08 November 2012

Blessing Moments



Saya dan Rara hampir lahir di tanggal yang sama, sebelas dua belas lah..Ya memang saya tanggal 11 Juni, dan Rara 12 Juni. He he he.
Blessing moments yang pertama sebenarnya pada waktu Rara lahir sehari tepat ulangtahun saya. Namun pada saat itu, Rara langsung dibawa ke inkubator karena sempat minum air ketuban yang sudah keruh. Ulang tahun yang tadinya mau direncanakan bersamaan dengan kehadiran bayi mungil, jadi berantakan...
Nah foto di atas adalah 1 tahun kemudian, di tanggal 12 Juni 2010 pk.00.01 (kira-kira yah..:)). Saya ada acara ke Bandung untuk tugas kantor dan itu weekend. Tanggal 11 Juni, kami berangkat dari Jakarta malam hari, dan sampai di Aston Braga  kira-kira pk.11.30 pm. Nah, sesampainya saya dikamar dan sudah mau beranjak tidur, terdengar suara ketukan mesra..
hiii sempet merinding..soalnya sayup-sayup dan kalau memang pihak Hotel ada apa pula tengah malam mau ketemu. akhirnya hubby buka dan..jreng-jrengggg....ada Kue ulang tahun dan kartu ucapan selamat ulang tahun untuk saya dan Rara! Langsung dibuka dong ucapannya...ternyata dari teman-teman kantor. hihi..
Langsung upacara peniupan lilin bersama Rara..sambil saya pangku dan peluk. Rasa bahagia terpancar kan dari foto itu? Karena saat itu saya merasa momen itu adalah berkat..blessing from God..karena saya bisa merayakan ulang tahun bersama Rara untuk pertama kalinya...mengingat setahun yang lalu dia belum bisa saya peluk cium...Rasa syukur melepas masa bayinya menuju toddler...juga syukur karena disaat saya harus bekerja, saya masih punya kesempatan untuk merayakan ulang tahun berbarengan.
That's one of my blessing moments smile

Sabtu, 25 Desember 2010

Happy Mother's Day

Yah telat ya, harusnya tanggal 22 DEsember saya ucapkan Selamat Hari Ibu kepada semua mama di Indonesia. Walau terlambat, tapi saya akan ceritakan sesuatu yang bisa saya anggap sebuah miracle.

TUM di hari Ibu (tau kan TUM? The Urban Mama) membuat kontes menulis, ucapan Selamat Hari Ibu untuk mama. HAdiahnya? Boba Tweet, gendongan yang pernah jadi trending topic di thread ini.So, saya udah kepikiran banget, pengen banget gendongan itu tapi ga ada budget. Saya berpikir ini mungkin satu kesempatan. Nah waktu itu saya sedang di Palembang dan susah sekali connect ke internet. Berhubung niat, saya tulis dulu di Words hari Senin 20 Des 2010, dan begitu ada kesempatan kirim, saya cekatan kirim ke TUM. Esoknya, saking kepengennya, saya corat2 di kertas, sambil berdoa, Tuhannnn saya pengen banget si Boba Carrier ini, please make it come true..(tulisannya masih ada, ntar dipotret dah).

Namun, sewaktu menulis Love Letter to My Mom (tulisan yang saya submit untuk #TUMHariIbu), saya merasakan ada kejujuran yang luar biasa terungkap. Walaupun hal kecil, namun tulisan saya itu mungkin ada yang sebagian belum pernah diketahui mama. Hal itu memang saya simpan sendiri karena waktu itu saya ingin menjadi anak yang diandalkan, dan juga saya tidak ingin membuat beliau sedih. Disisi lain, saya merasa bersalah juga telah bebohong, karena sampai saat ini kan Mama jadi menganggap saya anak yang baik, tidak banyak menuntut dan mau berkorban demi dia. Yaaa memang sekarang saya bangga sekali menjadi anaknya, dan selalu mengusahakan yang terbaik untuk dia walaupun saya sudah punya keluarga sendiri. Tapi dulu, saya sih ga seperti itu.

Tulisan yang saya buat membuat saya lega, saya bisa mengungkapkan beberapa perasaan yang saya pendam. Saya sih jadi tidak terlalu memikirkan hadiahnya. So, saya ga terlalu penasaran siapa yang akhirnya mendapatkan si Boba Tweet. Sampai akhirnya....saya iseng buka e-mail dari handphone (TKP : Klinik Tiara, waktu mau anterin Rara imunisasi cacar air ke Dr. Sudjatmiko, sekitar pk 21.00), ada e-mail dari mba Meryl yang punya mamabebeshop, dia yang ngasih tau kalau saya menang Boba. Yeeey! saya senang sekali!(dan sedihnya, hubby ga komen apa2 tuh..huhu...awas nanti kalau ketagihan pake Boba!).

Thanks TUM< hadiah indah di hari Ibu buat saya...:). Kalau ada yang mau lihat artikelnya, buka TUM aja ya...daftar juga gih...;D

Selamat Hari Ibu, mamaku cintaku yang ada di Jogjaaaaa

Kamis, 09 Desember 2010

My Destiny to be a part of The Urban Mama family

Yeah, it’s my destiny to be a part of The Urban Mama family!
Okay, saya sudah tidak sabar untuk bercerita *too excited!* Siap-siap ya, it will be the most long and winding road..*lha kok jadi lagu? Hehe*

Semua itu bermula dari semasa kuliah, saya dicap sebagai orang yang slebor dan cuek (dan emang bener sih. hehe). Coba saja tanyakan pada seorang teman yang bergoyang (upss..emangnya rumput), betapa kuyubnya saya kalau masuk kuliah pagi-pagi (bangun suka telat, suka keramas di pagi hari dan dikeringkan ala kadarnya). Saya nggak nyadar, ternyata hal-hal kecil seperti itu diingat karena kaget juga sewaktu Vina-teman sekelas sewaktu kuliah-komen di Facebook yang intinya:”waah kamu beda banget sekarang ya. Inget gak, tiap masuk kelas pagi jaman dulu rambutmu kayak kena angin puyuh?”. Hahahahah. Saya ngakak seketika. Wiih ternyata saya terkenal juga ya..*agak tidak wajar sepertinya ya, terkenal crobo-nya kok malah bangga*.

Berita pernikahan saya di 08-08-2008 mengundang tanya banyak tetangga. Maklum, saya lumayan aktip, eksis dan narsis di perkumpulan muda-mudi. Contoh ni : pernah jadi sekretaris arisan, pernah bantu-bantu melukis mural di gang kampung dalam rangka 17-an *yang akhirnya lukisan wanita hitam saya dihapus karena tiap hari orang lewat gang itu ketakutan, sumpah*. Dan saya terkenal punya banyak teman cowok di kampung Belum lagi teman-teman di Jogja yang kala itu hanya terima e-mail undangan pernikahannya. Mungkin pikir mereka : “oalah cewek cuek bin slebor gitu bisa nikah juga to?”. Termasuk mama saya, mungkin beliau malah lega ya, anak yang paling ngeyelan akhirnya ada yang mau. Hahaha.

Tambah kaget lagi, ketika di 12 Juni 2009 saya melahirkan Rara.Whattttz?? Sukimo melahirkaannn?-yes, my petname is Sukimo, Sukie for a short mode-Yah gitu deh, semua tidak yakin saya bisa merawat si bayi mungil itu. Saya dianggap tidak mampu mengurus diri sendiri, bayangkan kamar saya yang selalu acak-acakan. Kalau liburan malas mandi. Haduh, sampai malu mengingat masa-masa itu. He..1.5 bulan di Jogja merawat Rara, saya tidak pernah connect ke internet kecuali kalau diminta Bos kirim data atau apalah. Jadi saat itu, saya hanya berpegang pada naluri keibuan dan kalau sudah mulai kelewatan ada Ibu saya yang teriak-teriak. Oiya, saya juga dibantu seorang embah dukun bayi lulusan pelatihan di Puskesmas. Tugas beliau mulai dari memandikan-saya takut Rara nanti malah jatuh kalau saya yang mandiin- sampai membedong hingga rapih.

Back to Jakarta, I’m alone! Waaksss…walaupun tinggal di mertua, dan ada bantuan asisten yang udah pernah punya anak dua, tetep aja ada responsibility saya sebagai seorang emak yang wajib tau soal perawatan bayi. Setelah masuk kantor, saya mulai bisa browsing. Nemu yang namanya blog istribawel.com gara-gara saya sedang googling harga diapers karena mau jual hadiah dispo diapers yang udah kekecilan. Ini link teh Ninit yang waktu itu bikin saya jadi pecandu cloth diapers! (selingan iklan : hai Teh! ). Karena seringnya blogwalking ke situ, jadi tau kalau bakal ada forum baru namanya The Urban Mama. At first sight, saya suka sekali logo dan of course tagline nya dong. Tau ga taglinenya? ini lho :"There is always a different story in every parenting style".Tampilannya pun OK, rapih, dan enak dibaca. Dan status saya masih seorang windowshopper yang setia sampai datanglah tanggal bersejarah itu, 18 Februari 2010. Akhirnya, dengan tekad yang sudah dibulet2in, setelah membaca semua rules yang dibikin mama mods, saya resmi menjadi bagian dari The Urban Mama family!

Tampak sangat dramatis bukan? Iyaa benar. Saya ga melebih-lebihkan kok. Suer. Walaupun saya cuek tapi saya rasa ketakutan yang saya alami ini wajar untuk orang yang mau memasuki dunia baru, dunia yang penuh dengan segala yang tidak bisa diprediksi, yang resikonya kurang bisa diukur. Saya sama sekali baru di dunia maya. Saya musti belajar banyak mengenai netiket yang berlaku. Saya harus terbiasa menuliskan apa yang ada di pikiran saya dengan benar dan ga disingkat-singkat model alay. Susah bagi saya yang emang suka ngomong aja langsung. Saya cemaaaaassss ketika saya harus posting pertama kali!

Fiuuuhhh..Akhirnya saya pun mulai terbiasa, dari mulai memperkenalkan diri, kemudian sampai menyampaikan pendapat (ini juga bikin saya deg-degan, karena saya merasa pengetahuan saya jauuuh banget sama mamas di TUM). Mulai ngikut kuis yang diadakan TUM,walaupun ya sampai sekarang sih menangnya hadiah hiburan. Tapi bukan menangnya sih, terus terang saya suka banget dichallenge, memacu untuk lebih kreatip gitu deh. Kalau menang, tentu lebih senang. Karena banyak kuis TUM di twitter, saya juga jadi aktif lagi di twitter (yah,walaupun ga aktif setiap saat karena saya tidak ber BB :p).Oiya, uniknya walau berjudul The Urban Mama, tapi The Urban Papa juga banyak lho yang suka sharing :)

Saya pernah curhat di thread Akibat Aktif di TUM, dan juga di blogpost yang ini, dan juga kesan after Kopdar, silakan saja dibaca. Kalau mau ngomongin beberapa topic, thread yang paling bikin nyandu adalah Cloth Diaper, dari situlah saya jatuh cinta kepada cloth diaper, dan mulai join dengan satu milis yang membuat saya bertemu dengan seseorang yang saya anggap kakak (kita sama-sama anggota TUM juga lho). Dari thread MPASu (Makanan Pendamping Susu) dan Baby Led Weaning, saya belajar banyak dan walaupun telat mulai BLW tapi saya happy banget saya bisa menerapkan kombinasi kedua metode itu ke Rara, dan sekarang Rara udah pede makan sendiri (dengan belepotan dan celemotan). Belum lagi thread Celoteh Bocah yang bikin saya ngakak di tengah malam. Hahahaha.  Oiya, ada cerita lucu. Saya pernah melontarkan sebuah pertanyaan di salah satu thread kepada salah satu mama di TUM dan ga dibales-bales. Saya kepikiran mpe kebawa mimpi, why oh why , apa saya terlalu SKSD ya. Eh besoknya dibales, lega banget! Hehe. Ada juga cerita ketika saya nemu telur kutu di rambut Rara. Bingung banget deh, langsung beli peditox. Tapi dalam hati saya belum yakin, jadi saya buka topik aja di TUM dengan judul Kutu Kutu Mengganggu (deg-degan lagi soalnya takut ntar dibilang jorok trus ga ada yang mau main sama Rara lagi ntar pas kopdaran ;p lebay mode on). Ternyata, mamas di TUM menanggapi lho, dan info-infonya berguna banget. Saya justru baru tahu juga metode penanganan pada kutu yang baik dan benar. Ada thread yang bikin gigit jari (karena ga bisa bikin) dan termotivasi untuk belajar bikin pernak pernik lucu, coba tengok Crafty Mama. Saya bikin blog juga gara-gara mamas disini lho. Saya suka tuh klik website temen-temen, trus liat-liat. Lama-lama pengen bikin juga, buat ditunjukkin ke Rara kalau mamanya sayang banget. Ya sekalian saya ucapkan, selamat datang di blog saya ini :)


Nah, waktu kopdar adalah challenge terbesar saya. Saya itu orang yang paling takut ditolak,paling takut kalau dibilang sombong (udah dibilang, walau saya cuek, tapi teteeeppp aja kalau masuk dunia baru mah cemas aja kali ya..hehe). Saya deg-deg-an, karena sama sekali belum kenal satu orangpun dari TUM. Sempet jiper juga, soalnya dari obrolan di forum banyak mamas dan papas yang sudah saling kenal. Mamas dan papas yang ada di TUM banyak yang memang dulunya satu komunitas. Duh pokoknya takut deh, apalagi kopdar pertama di Hari Kartini 2010 saya ga bawa Rara. Syukur banget puji Tuhan pokoknya acara disana berjalan lancar. Mamas dan papas TUM semuanya ramah, mungkin hanya beberapa orang yang ga bisa ngobrol banyak karena terpisah tempat duduk yang cukup jauh. Lanjut ke Kopdar TUM di Urban Kitchen, suasana mulai mencair karena saya sudah mulai kenal beberapa orang dan terkesan banget sama satu teman baru yang lucu yakni mommy Diandra yang ramah abis *hai mommy Ben!*
Nah keramahan mamas itulah yang sedikit mencairkan my hubby. Hehehe..Ferly (my hubby) emang beda banget dengan saya, dia kurang suka keluar rumah. Dan doi pusing kalau liat kerumunan banyak gitu, kayak kopdar di Urban Kitchen waktu Halal Bihalal. Dia memilih menyendiri makan sendiri..Hiks. Yah PR lah buat saya. Tapi sewaktu ada artikel Something About Aay, saya semangat banget kasih tau artikel ini ke dia. Ferly punya kebiasaan jajan yang susah distop, dan saya terpikir artikel ini akan membuat dia merenung. Hehe..and..its work! Sekarang kalau lagi keluar jalan-jalan trus laper mata, dia bilang : "inget Aay, uangnya ditabung dikit-dikit biar bisa beli rumah". kalau pas mau pergi jauh trus kepikiran mau naik taxi, dia bilang :"inget Aay, kita kan bisa naik bis, panas-panas dikit lah". Padahal ya, si Ferly ini paling males dulunya kalau naik bis bawa Rara.Duuh seneng banget deh saya, makanya sekalian disini saya nitip TUM tolong sampaikan ke Aay : Thanks ya mba Aay! :)

Baruuu aja seorang eks karyawan di kantor saya e-mail menanyakan beberapa hal. Dan terakhir dia bilang: “Btw Mba Sukma aktif bgt di urbanmama ya hehehe”. Wow,seaktif itukah saya di TUM? Jelas masih kalah sama mamas yang udah bikin banyak topic, yang artikelnya sering tayang, yang sering diajakin acara off-airnya TUM. Yang pasti sih saya enjoy banget sharing dan belajar banyak di TUM, ketemu muka sama sahabat-sahabat di TUM, baca-baca artikel yang ada, ikut kuisnya, dan yang paling penting empati kepada mamas ataupun papas yang punya pengalaman kehidupan unik dan berbeda. Saya bangga saya jadi bagian dari TUM, setidaknya saya diakui sebagai Ibu yang lumayan bisa ngrawat anak oleh suami (karena berhasil membuat Rara suka sikat gigi, thanks to thread Sikat Gigi). Hehe.

Last, but not least, akhirnya saya ucapkan terimakasih kepada para mods, web warriors maupun ke semua warga TUM karena sudah menerima saya sebagai bagian dari The Urban Mama family. I really appreciate it and thanks to God for making my path, my destiny to meet all of you. Its an honor.. Saya sampaikan permohonan maaf apabila ada komen-komen yang belum dibalas, karena kadang suatu thread cepet banget melajunya. Saya yang lelet kurang bisa ngejar. Mohon maap juga kalau ada yang pernah saya repotkan, atau ada kata-kata saya yang salah. *walau Lebaran masih tahun depan lagi, gak pa pa ya minta maafnya sekarang..hehe* Saya merasa sudah menjadi lebih baik sebagai seorang mama karena gaul di TUM walaupun sampai sekarang cueknya masih belum bisa ilang 100% (bayangkan, saya sering melewatkan hari-hari di kantor dan ga pernah nelpon Rara yang dirumah sama asisten doank. Tapi again thanks to Otty yang sering banget nelpon Nara sehingga saya pun termotivasi -sehari bisa 6 kali kan ya Ty? ;p).

Selamat hari Ibu untuk mamas di TUM dan mamas di seluruh jagat Indonesia,
Selamat Ulang Tahun untuk The Urban Mama family, semoga semakin menggurita di hati urban mamas dan papas, dan semoga tahun depan lebih berbuah lagi. Sukses selalu!

PS: sekarang challenge buat saya adalah gimana ya caranya untuk menahan diri membuka TUM di jam kerja?? :) Okay, let it be my homework! Love you The Urban Mama!

The Urban Mama Writing Contest

Senin, 29 November 2010

Rara...Little New Baseball Team Member


Saat mama and Daddy mau pergi keluar di hari Sabtu atau Minggu, pasti sebisa mungkin kami memadukan pakaian. Suatu ketika saya mau janjian ketemu sama sohib SMA saya, mas Yosep Anggi Noen, bersama pacarnya mba Rinda Maria, di Setiabudi Building. Kami bertiga kompakan euy, pakai kaos baseball favorit Daddy :)

Warnanya senada..ini pernah saya submit juga ke The Urban Mama. Artikelnya bisa dilongok disini.


Yang pertama foto kami bertiga, yang kedua Rara bergaya pakai kacamata. Hehe

Rabu, 29 September 2010

Just a thought...

Akhir-akhir ini saya menyadari betapa saya begitu banyak berubah..
Dan di saat yang sama saya merasa diam di tempat. Stagnan. Statis.

I used to have a lot of friends to talk, to stalk each other (in a funny way), to walk around everywhere. Inget dulu kala tiba-tiba udah nyampe aja di suatu pantai, tengadah memandangi langit biru, menghampar seenaknya di pasir putih, bercerita apa adanya dengan Tata dan Achi...

tiba-tiba udah di prawirotaman, nge-jam, nonton para expert ngejazz, ndengerin suara penyanyi2 yang OK itu, minum jus, ngobrol-ngobrol, sampe jam 2 pagi! *kalo yang ini gilingan juga nih kalo diinget2*

suatu malam di lokasi gempa di suatu sudut Bantul, melewatkan malam ngobrol sama Mas Riris dan si Sophie yang rumahnya jadi korban..ngobrol temaram lilin..menghirup bau tanah basah habis hujan..

latihan dubbing operet anak...aku nyanyi beberapa bagian, peranku jadi mama dua macan lucu..rekaman di studio di minomartani, sama Mbah Gati, trus teman2 teater yang lain...(sorry, kok tiba2 aku lupa nama kalian..hikss...ingetnya cuma Gembez, Ecoon, Oni...)

habis sepedaan puter2 rumah temen sama Lia, Tanti, Leila, trus mampir ke pujaan hati waktu SD, ketawa tawa sendiri, seneng banget karena ketemu sama kakak sang pujaan (norce banget ya gue) trus pulang, tidur, makan sepuasnyaa..(ini pas SD, ga takut item, ga takut gendut, hehehe)

stopppp! itu masa lalu, Sukma! :). Why oh why, aku ini seseorang yang terikat pada masa laluu..:) It made me hard to face mine now...:)

Suliiiit sekali menghadapi kenyataan bahwa sekarang saya ketinggalan berita teman-teman akrab saya (akibat ga punya BB juga nih, tapi apa daya saya ngidam i phone atau i pad..T.T). Sedih mengetahui bahwa saya tidak "masuk" lagi dalam sebuah kelompok pergaulan. Kondisi saya yang nanggung, penyebabnya.

Tiba-tiba saya kaku menjawab semua guyonan, jadi garing. Apa yang diomongin teman muda saya, saya ga terlalu tertarik lagi. Menurut saya itu terlalu konyol, terlalu kanak-kanak. Sombong sekali, itu yang saya lihat di usia 26 tahun lalu. Canggung, itu sikap yang saya tunjukkan ketika muncul lagi ke peredaran.

Saya berlari ke obat-obatan. Obat sakit hati, obat kangen, obat tulalit, itulah TUM. disana saya jadi kecanduan..Walau tetap saja saya merasa bukan teman akrab bagi sebagian anggotanya, tetap TUM memberikan rasa nyaman yang saya butuhkan.

obat yang lain...tentu saja si Rara (walaupun kadang Rara saya fitnah jadi penyebab perubahan dan kestatisan saya ini. hehe). dan Hubby (walaupun hubby orang yang sangat pemalu dan juga jadi penyebab keengganan saya datang kopdar ;p).

This experience is wonderful, ini pengalaman pertama saya berteman maya. Saya suka.
Perubahan ini lambat laun mulai menyenangkan, walaupun stagnan itu masih terasa..