Tampilkan postingan dengan label jojo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jojo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

#RunForLove : Bring Someone You Love to Run

23 Februari 2014, cuaca mendung.

Hari itu adalah hari yang saya tunggu-tunggu. Gak tenang juga sih karena udara dingin dan harus berangkat pagi-pagi. Kalau saya saja mah sudah biasa, namun bawa anak-anaknya ini lho yang lumayan dikhawatirkan.
Takuuut banget mereka cranky, atau rewel..karena masih ngantuk saat diajak pergi.

Puji Tuhan, anak-anak bangun dengan ceria. Memang sih, di dalam mobil pagi itu saya bawa bantal dan selimut untuk mereka melanjutkan tidur. Maklum, Tangerang Selatan jauh dari Jakarta :)

Akhirnya tiba tepat waktu di venue. Sudah banyak pemandangan pink ungu. Ya sudah, semua bersiap untuk ikut race. Namun karena niat awalnya anak2 hanya jalan jalan atau digendong, bajunya ga sempat mix and match. Ga seru sih, ga kayak keluarganya Yessi (iriii Yess. aku iri deeh hahaha). Keluarganya Yessi kompakan pake kaos Incredible. Keren! (dan emang akhirnya menang yaa, selamatt)

Back to the start, event dimulai dengan doa dan juga lagu Indonesia Raya. Suatu kehormatan diminta untuk memimpin lagu tersebut, sayapun diminta naik ke podium. Rara di belakang saya, sambil melihat terpana (atau heran ya Ra kok aneh banget suara mama?*tutupmuka)



Oke, berlanjut...

Begitu jam Garmin di dekat garis start sudah beranjak dari angka 00:00:00, maka dimulailah RunForLove!!
Saya, suami, Ra dan Jo pun bergegas. Rara mau diajak jalan, dengan sandal jepitnya dan juga training outfitnya yang kegedean jadi digulung-gulung. Hihihi...
Jojo digendong dengan Boba andalan doong :) Ni foto pas awalnya, ada juga di websitenya theurbanmama.com. Klik yah!
Oiya semua foto keluarga kami diabadikan oleh fotografer fotolari.me lhooo, keren! Baru tau ada fotografer yang baik-baik kayak begini. :)



5 kilometer merupakan jarak yang lumayan melelahkan untuk anak-anak seusia Rara. Dapat ditebak pada akhirnya, Rara juga digendong. Ini aksi Daddy-nya. Oiya kostum Daddy berubah karena sempet agak hujan gitu, trus jadinya kaos bagian luarnya dilepas untuk nutupin Rara :)


Foto yang diatas itu jadi foto pilihan editor fotolari.me. Hihi asiiik :) *maap kalo norak yah...:)
Cek juga di blog teh Ninit nih...

Pokoknya syenanggg :) Terimakasih ya TUM dan fX sudah menyelenggarakan event yang asik seperti ini, bisa have fun dengan keluarga atau orang yang kita sayangi :)

Thanks juga Yo Panino untuk makanan sehatnya :)) Sayang ih belum bisa belanja di Garmin, Skecher, dll.

cheers,
Sukie

Rabu, 01 Mei 2013

Ghibli Studio's Movies for My Kids : Ponyo

This time, I will review some of Ghibli's movies, which played over and over again by my little monsters :)
The first Ghibli movie my 4 years'old Rara watching is Ponyo. She watched it when she was 2, and obsessed afterwards.

You can read the review in here : http://www.imdb.com/title/tt0876563/?licb=0.672511552926153
I think the movie was wonderful, full of imagination, and very entertaining, especially for kids since it was colorful. All of the characters were..ahmazing!

The main character in that movie is Ponyo, a goldfish who has super power cause her mother is Gran Mamare, the God of the Ocean (I havent search the real story, because Ghibli's movie mostly taken from the real scene or history). She wants become human, cause she has feelings for Sosuke, a boy who has a Sailor father and a nurse-mother named Lisa.

taken from http://www.reverseshot.com

A lot of scenes, which my Rara always love. One of them is the Dinner Scene, when Ponyo firstly transformed into little girl. Lisa saved her from the storm (which actually caused by Ponyo herself, the disaster she made when she runaway from her father), and took her home.
taken from http://www.dvdactive.com/reviews/dvd/ponyo2.html

Lisa made instant ramen, with egg and HAM (ponyo loves HAM! :)). and it looked so delicious. therefore Rara always ask me to make her noodles when she watch that. Arrrrggghhhh. :)

taken from http://catierobbinswriting.wordpress.com
I need to comment about the music. The opening song were so glorious, and classy. You can quickly guess that this movie is not like other cartoon. And the closing were fun, and Rara love to sing it with me :)

Recommended!! I even gave 9 stars in IMDB.
From zerochan.net
from right to left : Ponyo's father, Lisa, Sosuke, Ponyo (in  half goldfish half girl), Ponyo in full human body, Sosuke's friend, and...I forgot her name.hihi

taken from http://www.zerochan.net


Next, I will review another Ghibli's Movie.

Best
Sukie

Jumat, 12 Oktober 2012

VBAC : Antara Keinginan dan Kenyataan

hamil 38 minggu,  di sebuah Rumah Sakit swasta di Jogja

"Dok, gimana posisi bayi saya?"
"ooh..bagus-bagus...jadinya mau normal atau caesar?"
"yaa...normal lah dok"
"tenane? lara lho , caesar wae...", kata dokter sambil terkekeh. ("bener? sakit lho (lahiran normal), caesar aja"-)
saya tahu maksudnya bercanda, dan saya pede bisa melahirkan alami jadi saya timpali..
"nggak ah,  aku iso kok dok" sahut saya berapi-api *terbakar 

H-1 dari HPL, sedang kontrol

"ini kok belum ada kontraksi ya dok?"
"ya udah, minum ini aja", sambil kasih pil kecil warna biru, yang belakangan saya ketahui kalau itu obat pemicu kontraksi.

12 Juni 2009, 16.47

Baby Rara lahir setelah 15 jam kontraksi, tidak ada pembukaan lanjutan, air ketuban sudah keruh. Yaa..Rara lahir via SC, dan sewaktu lahir dia tidak menangis sehingga dibawa ke inkubator selama beberapa hari.
dan...saya merasa sangat bersalah karenanya. Saya yang seorang lulusan psikologi ini ternyata tetep ga bisa menghalau si baby blues.(emang ada hubungannya ya?..hehe).
Ditambah lagi, dokter yang "menyalahkan" saya : "wah harusnya bisa ini lahir jam 8 malam. Ibu sih ga mau sabar"
I'm speechless.

Rara dalam Inkubator 

Makdarit, sejak itu saya bertekad (kebakar lagi nih), untuk breastfeeding  sampai 2 tahun (saya termasik dalam kategori "inverted nipple" dan lumayan perjuangan juga untuk menyusui dengan baik dan benar), dan kelak mau melahirkan anak kedua secara alami, alias VBAC (Vaginal Birth After Caesarean) .
Langsung deh baca-baca artikel, yang ada di Ayahbunda (waktu itu saya langganan Ayahbunda) dan juga browsing di website www.ayahbunda.co.id. Artikel yang ini, sangat membantu saya mempersiapkan plan VBAC saya  http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/agar.tak.lagi.caesar/001/005/1303/3

Di dalam artikel tsb yang langsung jadi concern adalah 
"Jarak persalinan normal dengan persalinan caesar sebelumnya idealnya 18-24 bulan. Ada pula yang mengatakan setelah18  atau 24 bulan baru hamil lagi untuk lebih amannya"
Saking niatnya, langsung lah saya bicarakan dengan suami, dan sepakatlah kami bahwa program punya anak kedua dilakukan setelah Rara usia 2 tahun.

Sementara itu, saya masih rajin banget cari info. Pernah saking senangnya nemu "temen senasib" di majalah Ayahbunda (nih liat blogpost jadul saya), saya kirim surat pembaca ke Ayahbunda, trus dimuat. Uuuuh seneng banget! (ps : hadiahnya juga sungguh berguna : handuk lucu yang sampai sekarang masih terpakai lho).


15 Januari 2011, satu setengah tahun semenjak Rara lahir

Keinginan sih kuat, tapi kenyataannya yang amburadul! hahahaha. Saya hamil anak kedua disaat anak pertama masih lucu-lucunya dan masih menyusu pula. Tapiii, apakah saya menyerah? BELUM.
Saya masih terus rajin bertanya kepada dokter, apakah saya masih bisa melahirkan alami (masih dendam sama Dokter di Jogja ;p).
Saya baca-baca lagi artikel di website, tanya teman yang sudah VBAC...mau nanya mba dewi Lestari juga, tapi malu. Hahaha, tapi intinya masih niat.

Sampai 36 minggu, dokter masih menyatakan aman untuk VBAC. Tinggal menunggu kontraksi alami saja, sebagai salah satu syarat. Tapi sewaktu kontrol di minggu ke 37, Dokter menyatakan ketebalan rahim saya tidak memenuhi syarat. Saya sih masih berani karena milik saya 3mm, tapi suami yang jiper. Memang di artikel Ayahbunda tsb disebutkan satu lagi syarat VBAC sbb:
"Tebal rahim berada dalam batas aman –memiliki 0% risiko terjadinya ruptur uteri-, yaitu 4,5 mm. Meski, ketebalan rahim ini masih menjadi perdebatan, sebab ada penelitian lain yang menyatakan ketebalan di atas 2,5 mm cukup aman, ada pula yang menyatakan di atas 3,5 mm."

25 September 2011

Saya sudah bersiap untuk melahirkan SC tanggal 1 Oktober 2011. Semua persiapan seperti jadwal dokter juga sudah beres. Nah, saya sudah masuk masa cuti, kemudian kantor ada acara farewell mantan Boss. Saya didaulat untuk menyanyi di acara tersebut. Sooo...saya semangat dong*namanya juga banci tampil* :).

Sukma Pertiwi Trio (Saya yang perutnya paling munjung :D) 

Sepulang dari acara itu, saya kontraksi. ouch! Dari yang ingiiin banget melahirkan alami, malah jadi bingung. Hati sudah disiapkan untuk SC, ada ketakutan menggantung juga di diri saya ini mengingat dokter juga sudah notice mengenai tebal dinding rahim.
Saya telpon dokter dan beliau menyarankan minum Duvadilan, obat penghambat kontraksi. Hati saya berkecamuk antara menuruti panggilan alam atau minum obat tersebut dan tetap menjalani operasi. Dan....sebagai istri yang baik (cieh), saya diskusikan dengan suami. Pak suami ketar-ketir dengan ketebalan dinding itu tadi.
Okay, sekali lagi, kenyataannya berbanding terbalik dengan keinginan saya untuk melahirkan alami.

1 Oktober 2011, hari lahirnya Joseph Alfie Ashanka (Jojo)

Jojo lahir SC, namun tidak sama seperti Rara dulu. Kali ini saya sempat menjalani IMD, dan juga rooming in, breastfeeding lancarrr. Yah lumayan lah yaa. Ayahbunda juga yang mendorong saya menanyakan ke dokter "apakah saya bisa IMD?", karena artikel-artikelnya  yang bermutu itu. hehehehehe muji dikit.

mama belum dandan jadi jelek, bayinya tetep cakep


daaan.apakah.keinginan.VBAC.itu.masih.membara?*dibaca ala presenter silet*

Tentu saja! Mari kita lihat apakah nanti ketika saya melahirkan ketiga kalinya bisa membuat keinginan itu menjadi kenyataan. Doakan saya!



Tak lupa, saya ucapkan Selamat Ulang Tahun ke 35 ya Ayahbunda! Ga terasa, dulu perasaan waktu SD suka baca buncil bonus Ayahbunda punya tante :) Terimakasih sudah menemani saya dan hubby dalam mengasuh anak-anak kami...dan terutama dalam usaha saya selama meniti jalan menuju VBAC. Saya setia dengan motto : kegagalan adalah sukses yang tertunda.

Best wishes,
Sukie, Ferlie, Rara+Jojo





Senin, 09 Juli 2012

Review : Simplex One-size

Hola! Am back dengan review cloth diaper Jojo :)
Kebetulan, diapernya hasil  menang giveaway Blueberry Indonesia. So, firstly I have to thank Blueberry Indonesia for giving me this.

Kalau mau dilihat dari merknya, sebenarnya Simplex ini keluaran Swaddlebees, yang kalau ga salah masih satu pabrik sama Blueberry. Yang pasti, keluaran merk-merk di atas selalu menjadi favorit Ibu-Ibu pengguna cloth diaper. Walauuuu....harganya yang lumayan menguras kantong. If its worth every penny, so why not , though.

Dari awal saya masih berpikir format review yang paling enak. Sebenarnya sudah dapat izin dari Milis Popok Kain untuk pakai format review yang biasa digunakan di dalam milis. Tapi saya pikir-pikir terlalu panjang, jadi saya modifikasi ya.

diambil dari swaddlebees,com
swaddlebees.com








Great Diapers lah yaa :) Maaf kalau masih berantakan, akan diperbaiki di next review yah.
Foto Jojo dalam Simplex, menyusul yaaaa

 sementara....dipilih dipiliiih di tokonya : swaddlebess.com atau di mamabebeshop.com (langganan ai)

Minggu, 06 November 2011

Jojo..in Cluebebe Coveria Petite


Ketika hamil anak kedua, clodi addictku makin menggila. Dulu waktu si Rara newborn, dia udah kenal popok kain. Her first cloth diaper is popok tali, trus dibalut bedong, pakai alas ompol di atas tempat tidur, dan perlak. dan bayangkan ketika gadis kecilku ngompol atau pup, semua lapisan itu basah dan harus diganti, sebaju-bajunya juga. pokoknya aku udah kayak zombie deh, kurang tidur dan capek berats apalagi liat tumpukan cucian ( thanks God waktu itu ada asisten :d).

finally setelah 6 bulan, aku makin rajin browsing dan menemukan clothdiaper modern, yang bentuknya kayak popok sekali buang tapi dari kain, yang mana sudah pasti reusable dan lebih ramah lingkungan. izin dari misua pun turun (tengok deh ceritaku kenapa berpopok kain, ada dipublish di milispopokkain.wordpress.com, ada juga d blog ini).
Rara sampai sekarang masih pakai clodi modern, dan sedang diusahkan potty training (biar clodinya bisa diturunkan ke adiknya..hehe *strategi hemat.com)

naaaaah, begitu tau bakal ada newborn lagi, diaper stash udah aku bayang2kan dari awal kehamilan. maunya kalau newborn pakainya diaper cover and flat diapers ajabiar hematcucian n kantong :p.

pilihanku jatuh ke cluebebe coveria petite dari cluebebe. waktu Rara dulu, cluebebe juga jadi clodi lokal pertama yang kucoba karena reviewnya dari beberapa org di MPK. sooo, seelah 1 bulan pemakaian, ini ya reviewku :

plusnya dulunyah...
+ ukurannya pas banget buat newborn, trim di badan jojo
+ stay dry insertnya cukup untuk 2-3 kali pipis (Padahal jojo heavy wetter) dan Jojo nyaman karena tetap kering pat2nya :)
gampang banget pemakaiannya karena pakai velcro (even hubby aja bisa dan mau-biasanya suka ngomel kalo paa makein clodi..katanya susah :p)
+ hemat cucian, karena si cover ini kupake berulang2 kalo kena pipis doank ( dengan catatan diselang seling ya, jadi yang habis kena pipis diangin2in dulu), kalo kena pup ya harap diganti..
+ cepet kering kalo dicuci, karena modelnya yang cover tanpa inner
+ bahan covernya menurutku gak kaku, dan ergonomis..haiyah..
+ motifnya banyak, lucu2! mpe pengendibeli semua..hihihi
+ karena modelnya yang cover, jadi insertnya bisa dimodif suka2 kita..bisa pakai insert stay dry bawaannya, bisa pakai alas ompol yang dilipat kayak prefold ( jika anda newbie di bidang perpopokan, kusarankan baca dulu macam2 cloth diaper di milispopokkain.wordpress.com yaaa...supaya lebih bisa mbayangin)..

minusnya :
- karena kecil alias petite alias onesize, jadi ga bisa dipake sampe toddler, dipakenya mpe 8kg an, tapi tergantung postur tubuh anaknya juga kali ya..
- kadang suka geser insertnya,karena si insert ini ga ada snap yang bisa dikancingin ke covernya (tapi no problem juga sih buat aku..karena newborn jg biasanya ga banyak gerak :))
- karena pake baru sebulan, jadi ga bisa review kualitas lapisan PUL alias kekuatan waterproof outernya..
- harganya beda dikit doank sama yg onesize, tapi ya kembali lagi adaharga adarupa.hehe

sooo banyak plusnya drpd minusnya, sok dicoba atuh buat newbornnya..:)